KONDISI ORGANISASI
Informasi capaian kinerja dan kondisi organisasi BBPVP Serang Tahun 2026
Capaian Kinerja
Terlaksananya Sertifikasi Kompetensi Kerja
Terlaksananya Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan yang Berkualitas
Meningkatnya Produktivitas Tenaga Kerja
Jumlah Peserta yang Meningkat Kompetensinya di Bidang Produktivitas
Meningkatnya Tata Kelola Manajemen Internal
Realisasi Anggaran
Personil
Manajemen Risiko
Pemantauan Manajemen Risiko
Triwulan II Tahun 2026
Analisis dan Evaluasi Risiko
Tidak terdapat risiko yang belum memiliki pengendalian.
Sebanyak 4 risiko atau 12,12% masih berada di atas selera risiko.
Sebanyak 7 risiko atau 21,21% berada di atas selera risiko.
Usulan Risiko kepada Unit Manajemen Risiko
| No. | Nama Usulan Risiko |
|---|---|
| 1 | Mark up pengadaan bahan praktik |
| 2 | Pemalsuan dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas |
| 3 | Manipulasi laporan pemeliharaan peralatan |
| 4 | Lokasi pelatihan TMT yang tidak memenuhi persyaratan tetap ditetapkan sebagai penerima bantuan |
Kegiatan Pengendalian
Sampai dengan Triwulan II Tahun 2026, terdapat 1 kejadian risiko yang muncul dan menjadi bahan pemantauan serta evaluasi untuk memastikan tindakan pengendalian dapat dilakukan dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Dari keseluruhan risiko tersebut, terdapat 4 risiko yang telah diusulkan kepada Unit Manajemen Risiko. Tidak terdapat risiko yang belum memiliki existing control. Namun, terdapat 4 risiko (12,12%) yang telah memiliki pengendalian tetapi pengendaliannya masih belum memadai karena tingkat risikonya masih berada di atas selera risiko.
Hasil evaluasi menunjukkan terdapat 7 risiko (21,21%) dari total 33 risiko yang berada di atas selera risiko. Risiko tersebut menjadi risiko prioritas unit kerja dan memerlukan perhatian serta tindakan pengendalian lebih lanjut.
Secara umum, manajemen risiko sampai dengan Triwulan II Tahun 2026 telah dilaksanakan melalui identifikasi terhadap 33 risiko, dengan 4 risiko diusulkan kepada Unit Manajemen Risiko.
Tidak terdapat risiko yang belum memiliki pengendalian, namun masih terdapat 7 risiko yang berada di atas selera risiko sehingga perlu menjadi prioritas pengendalian.
Dari sisi pelaksanaan pengendalian, terdapat 4 kegiatan yang telah dilaksanakan lebih awal, sementara 4 kegiatan belum terealisasi. Selain itu, tercatat 1 kejadian risiko sampai dengan Triwulan II Tahun 2026.
SKM dan IPAK
| Indikator | Triwulan I | Triwulan II | Perubahan | Kategori |
|---|---|---|---|---|
| Survei Kepuasan Masyarakat | 3,64 | 3,49 | ↓ 0,15 | Baik |
| Indeks Persepsi Anti Korupsi | 3,64 | 3,64 | → 0,00 | Baik |
Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat menunjukkan adanya penurunan nilai dari 3,64 pada Triwulan I menjadi 3,49 pada Triwulan II. Meskipun mengalami penurunan sebesar 0,15 poin, nilai tersebut masih berada pada rentang kategori Baik.
Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK)
Indeks Persepsi Anti Korupsi menunjukkan hasil yang stabil, yaitu sebesar 3,64 pada Triwulan I dan 3,64 pada Triwulan II. Tidak terdapat perubahan nilai sehingga indeks tetap berada pada rentang kategori Baik.
Kesimpulan
Sementara itu, indikator yang berkaitan dengan GNP2DS dan peningkatan kompetensi bidang produktivitas masih berada pada angka 0 karena pelaksanaannya belum menghasilkan realisasi pada Triwulan II.
Pada aspek manajemen risiko, telah teridentifikasi 33 risiko, dengan 4 risiko diusulkan kepada Unit Manajemen Risiko dan 7 risiko berada di atas selera risiko.
Untuk SKM, terjadi penurunan nilai dari 3,64 menjadi 3,49, sedangkan IPAK tetap stabil pada nilai 3,64. Kedua indikator tersebut masih berada dalam kategori Baik.