KONDISI ORGANISASI

Informasi capaian kinerja dan kondisi organisasi BBPVP Serang Tahun 2026

Sertifikasi Kompetensi
24,57%
Capaian sampai Triwulan II
Pengembangan Kompetensi
52,82%
Capaian sampai Triwulan II
Personil
165
Jumlah seluruh personil
Realisasi Anggaran
60,09%
Persentase tertinggi
1

Capaian Kinerja

Terlaksananya Sertifikasi Kompetensi Kerja

Indikator Jumlah lulusan pelatihan yang mendapatkan sertifikat kompetensi
Target Tahun 2026 3.696 orang
Target Triwulan II 656 orang
Realisasi Triwulan II 908 orang
Capaian Kinerja 24,57%
Capaian terhadap target tahunan 24,57%
Sampai dengan Triwulan II Tahun 2026, jumlah lulusan pelatihan yang telah mendapatkan sertifikat kompetensi mencapai 908 orang. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan target sampai dengan Triwulan II yang ditetapkan sebanyak 656 orang. Secara keseluruhan, realisasi tersebut telah memberikan kontribusi sebesar 24,57% terhadap target tahunan 3.696 orang.


Terlaksananya Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan yang Berkualitas

Indikator Jumlah tenaga kerja yang dikembangkan kompetensinya
Target Tahun 2026 4.845 orang
Target Triwulan II 1.216 orang
Realisasi Triwulan II 2.559 orang
Capaian Kinerja 52,82%
Capaian terhadap target tahunan 52,82%
Pelaksanaan pelatihan vokasi dan pemagangan sampai dengan Triwulan II Tahun 2026 telah mengembangkan kompetensi sebanyak 2.559 orang. Jumlah tersebut melampaui target Triwulan II sebesar 1.216 orang. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan telah memberikan capaian sebesar 52,82% dari target tahunan 4.845 orang.


Meningkatnya Produktivitas Tenaga Kerja

Indikator Jumlah perusahaan/lembaga yang berpartisipasi dalam GNP2DS
Target Tahun 2026 4 lembaga
Target Triwulan II 0 lembaga
Realisasi Triwulan II 0 lembaga
Capaian Kinerja 0%
Sampai dengan Triwulan II Tahun 2026, belum terdapat perusahaan atau lembaga yang berpartisipasi dalam kegiatan GNP2DS. Hal tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan untuk periode Triwulan II, yaitu 0 lembaga. Oleh karena itu, capaian kinerja pada periode tersebut tercatat sebesar 0%, sementara target tahunan tetap sebesar 4 lembaga.


Jumlah Peserta yang Meningkat Kompetensinya di Bidang Produktivitas

Target Tahun 2026 50 orang
Target Triwulan II 0 orang
Realisasi Triwulan II 0 orang
Capaian Kinerja 0%
Sampai dengan Triwulan II Tahun 2026, belum terdapat peserta yang tercatat mengalami peningkatan kompetensi di bidang produktivitas. Target yang ditetapkan sampai Triwulan II adalah 0 orang, sehingga realisasi 0 orang masih sesuai dengan target periode tersebut. Adapun target sampai akhir tahun 2026 adalah sebanyak 50 orang.


Meningkatnya Tata Kelola Manajemen Internal

Data indikator, target, dan realisasi belum tersedia pada data yang diberikan.
2

Realisasi Anggaran

Anggaran 1 18,42%
Anggaran 2 44,72%
Anggaran 3 0%
Anggaran 4 60,09%
3

Personil

Golongan IV25orang
Golongan III103orang
Golongan II15orang
Golongan IX18orang
Golongan VII1orang
Golongan V3orang
Total Personil: 165 orang
4

Manajemen Risiko

Pemantauan Manajemen Risiko

Triwulan II Tahun 2026

Populasi Risiko 33 Risiko teridentifikasi
Usulan Risiko 4 Risiko diusulkan
Di Atas Selera Risiko 7 21,21% dari populasi
Kejadian Risiko 1 Kejadian tercatat

Analisis dan Evaluasi Risiko

0
Risiko tanpa Existing Control

Tidak terdapat risiko yang belum memiliki pengendalian.

4
Risiko dengan Control Belum Memadai

Sebanyak 4 risiko atau 12,12% masih berada di atas selera risiko.

7
Risiko Prioritas Unit Kerja

Sebanyak 7 risiko atau 21,21% berada di atas selera risiko.

Usulan Risiko kepada Unit Manajemen Risiko

No. Nama Usulan Risiko
1 Mark up pengadaan bahan praktik
2 Pemalsuan dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas
3 Manipulasi laporan pemeliharaan peralatan
4 Lokasi pelatihan TMT yang tidak memenuhi persyaratan tetap ditetapkan sebagai penerima bantuan

Kegiatan Pengendalian

4 Kegiatan Direncanakan
4 Kegiatan Dilaksanakan lebih awal
!
4 Kegiatan Belum terealisasi (12,12%)
1
Kejadian Risiko

Sampai dengan Triwulan II Tahun 2026, terdapat 1 kejadian risiko yang muncul dan menjadi bahan pemantauan serta evaluasi untuk memastikan tindakan pengendalian dapat dilakukan dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Sampai dengan Triwulan II Tahun 2026, telah dilakukan identifikasi terhadap 33 risiko yang menjadi populasi risiko pada unit kerja.

Dari keseluruhan risiko tersebut, terdapat 4 risiko yang telah diusulkan kepada Unit Manajemen Risiko. Tidak terdapat risiko yang belum memiliki existing control. Namun, terdapat 4 risiko (12,12%) yang telah memiliki pengendalian tetapi pengendaliannya masih belum memadai karena tingkat risikonya masih berada di atas selera risiko.

Hasil evaluasi menunjukkan terdapat 7 risiko (21,21%) dari total 33 risiko yang berada di atas selera risiko. Risiko tersebut menjadi risiko prioritas unit kerja dan memerlukan perhatian serta tindakan pengendalian lebih lanjut.
Kesimpulan Manajemen Risiko

Secara umum, manajemen risiko sampai dengan Triwulan II Tahun 2026 telah dilaksanakan melalui identifikasi terhadap 33 risiko, dengan 4 risiko diusulkan kepada Unit Manajemen Risiko.

Tidak terdapat risiko yang belum memiliki pengendalian, namun masih terdapat 7 risiko yang berada di atas selera risiko sehingga perlu menjadi prioritas pengendalian.

Dari sisi pelaksanaan pengendalian, terdapat 4 kegiatan yang telah dilaksanakan lebih awal, sementara 4 kegiatan belum terealisasi. Selain itu, tercatat 1 kejadian risiko sampai dengan Triwulan II Tahun 2026.

5

SKM dan IPAK

Grafik SKM dan IPAK Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026
Grafik SKM dan IPAK
Indikator Triwulan I Triwulan II Perubahan Kategori
Survei Kepuasan Masyarakat 3,64 3,49 ↓ 0,15 Baik
Indeks Persepsi Anti Korupsi 3,64 3,64 → 0,00 Baik

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat menunjukkan adanya penurunan nilai dari 3,64 pada Triwulan I menjadi 3,49 pada Triwulan II. Meskipun mengalami penurunan sebesar 0,15 poin, nilai tersebut masih berada pada rentang kategori Baik.

Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK)

Indeks Persepsi Anti Korupsi menunjukkan hasil yang stabil, yaitu sebesar 3,64 pada Triwulan I dan 3,64 pada Triwulan II. Tidak terdapat perubahan nilai sehingga indeks tetap berada pada rentang kategori Baik.

Kesimpulan: Pada Triwulan II Tahun 2026, SKM mengalami penurunan sebesar 0,15 poin, sedangkan IPAK tetap stabil pada nilai 3,64. Kedua indikator masih berada dalam rentang kategori Baik.

Kesimpulan

Secara umum, sampai dengan Triwulan II Tahun 2026, terdapat dua indikator yang menunjukkan realisasi cukup tinggi, yaitu sertifikasi kompetensi kerja dengan realisasi 908 orang atau 24,57% dari target tahunan, serta pengembangan kompetensi tenaga kerja dengan realisasi 2.559 orang atau 52,82% dari target tahunan.

Sementara itu, indikator yang berkaitan dengan GNP2DS dan peningkatan kompetensi bidang produktivitas masih berada pada angka 0 karena pelaksanaannya belum menghasilkan realisasi pada Triwulan II.

Pada aspek manajemen risiko, telah teridentifikasi 33 risiko, dengan 4 risiko diusulkan kepada Unit Manajemen Risiko dan 7 risiko berada di atas selera risiko.

Untuk SKM, terjadi penurunan nilai dari 3,64 menjadi 3,49, sedangkan IPAK tetap stabil pada nilai 3,64. Kedua indikator tersebut masih berada dalam kategori Baik.